Senin, 19 Oktober 2009

Kesultanan Turki

Sebuah kejadian penting terjadi pada bulan Mei 1897 yang menjadi suatu tanda dalam riwayat Hazrat Ahmad as. Seorang duta dari Kesultanan Turki bernama Hussein Kami, setelah berulang kali mengajukan permohonan, datang ke Qadian untuk menghadap Hazrat Ahmad as.. Dengan firasat yang diberikan oleh Allah Ta’ala kepada beliau as., dan juga sesuai dengan ilham Ilahi, Hazrat Ahmad as. mendapat informasi tentang diri orang itu maupun tentang musibah yang bakal menimpa Kesultanan Turki.

Duta tersebut telah mengajukan permohonan doa khusus untuk Kesultanan Turki, maka Hazrat Ahmad as. terus terang menjelaskan kepadanya bahwa kondisi Sultan Turki serta kerajaannya tidak baik. Dan melalui perantaraan kasyaf Hazrat Ahmad as. pun telah menyaksikan keadaan para menterinya yang kurang baik. Maka menurut pendapat beliau as., dengan kondisi buruk demikian, akibatnya pun tidak akan baik.

Atas jawaban tersebut, sang duta itu merasa tidak senang dan pulang. Bahkan ia menulis sebuah surat berisi cacian dan kata-kata yang dicetak dalam sebuah surat kabar di Lahore, yang menimbulkan kegoncangan besar di kalangan kaum Muslim di Punjab, India. Tetapi kejadian dan peristiwa-peristiwa selanjutnya telah membuktikan hakikat yang sebenarnya. Dan banyak kabar ghaib tentang hal itu telah menjadi sempurna. Bahkan sang duta itu pun tidak luput dari ancaman yang terkandung dalam ilham yang diterima oleh Hazrat Ahmad as, ini:

Aku akan menghinakan orang yang bermaksud menghinakan engkau3
Kemudian dia ditangkap karena suatu kesalahan besar dan mendapat hukuman pula. Bahkan surat kabar yang memuat dan membantu menyiarkan keterangan-keterangan itu pun luput dari hukuman, dan kondisi Kesultanan Turki yang tidak baik telah terbuka di mata dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar